GpW8TSd0BUC5GfAlGfY8BUO9GA==

Pj Bupati Terima Penghargaan dari Menteri DIKDASMEN atas Komitmennya Dalam Revitalisasi Bahasa Ibu di Daerah


Jakarta, Nuansanusantara.com – Penjabat (Pj) Bupati Barito Utara menerima penghargaan bergengsi dari Menteri Pendidikan Dasar, Menengah, dan Layanan Pendidikan (DIKDASMEN) Republik Indonesia atas komitmennya dalam program revitalisasi bahasa ibu di daerah.

Penghargaan ini diserahkan dalam rangkaian kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Nasional yang berlangsung di Aula PPSDM, Depok, Jawa Barat, pada Senin (26/5/2025).

Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri karena diraih dua tahun berturut-turut, yakni pada 2024 dan 2025, dari dua menteri berbeda: Nadiem Makarim dan Prof. Dr. Abdul Mu’ti. Pada 2024, hanya 20 kabupaten/kota yang menerima penghargaan serupa, dan Kabupaten Barito Utara menjadi satu-satunya penerima dari Kalimantan Tengah.

Tahun ini, dari total 416 kabupaten dan 98 kota di seluruh Indonesia, hanya 42 daerah yang terpilih. Tiga di antaranya berasal dari Kalimantan Tengah, yaitu Kabupaten Barito Utara, Barito Selatan, dan Sukamara.

Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara, Syahmiluddin A. Surapati, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas apresiasi dari pemerintah pusat.

“Ini adalah bentuk pengakuan nyata terhadap kerja keras kita semua, khususnya jajaran Dinas Pendidikan dalam menjaga dan melestarikan bahasa ibu, di faerah” sebut dia saat dihubungi awak media pada Minggu (25/5/2025) malam.



Ditegaskan bahwa Barito Utara telah mengambil langkah konkret dengan merevitalisasi sejumlah bahasa daerah seperti Bahasa Dayak Bakumpai, Maayan, Tewoyan, dan Dusun Malang.

Saat ini, pihaknya tengah menyusun instrumen akhir untuk memasukkan bahasa ibu sebagai muatan lokal di sekolah-sekolah. Pemilihan bahasa akan disesuaikan dengan konteks penggunaan di masing-masing wilayah Desa.

Kemudian, Dinas Pendidikan juga mengusulkan kebijakan yang mewajibkan penggunaan bahasa ibu oleh ASN dalam pelayanan publik pada tanggal tertentu setiap bulan, sebagai wujud nyata pelestarian bahasa ibu.

“Tidak mudah melestarikan bahasa ibu yang sangat beragam. Namun ini adalah tanggung jawab kita bersama agar tidak punah. Bahasa ibu adalah sarana penting bagi generasi muda untuk memahami budaya dan peradaban leluhur,” ungkap  Syahmiluddin A Surapati.

Untuk itu, Ia juga menyampaikan optimismenya bahwa dengan dukungan penuh dari seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat, program ini akan terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.

Dalam kegiatan di Depok tersebut, Pj Bupati Barito Utara hadir didampingi jajaran Dinas Pendidikan dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Barito Utara. (fz)



Komentar0

Type above and press Enter to search.