Fleksibilitas struktur ini sangat berguna ketika banjir melanda, menjaga kenyamanan para jamaah saat beribadah. Mushola terapung ini bukan sekadar tempat ibadah, melainkan juga simbol kekuatan dan keterpaduan masyarakat Barito Utara menghadapi tantangan alam. Terintegrasi dengan Islamic Centre di seberangnya, kawasan ini menjadi pusat kegiatan keagamaan dan budaya yang memajukan kehidupan sosial masyarakat setempat.
Awalnya dikenal sebagai Langgar Nurul Iman, mushola ini mengalami transformasi menjadi bangunan yang lebih modern untuk memenuhi kebutuhan zaman. Keberhasilan pembangunannya mendapat apresiasi dari Kepala Dinas PUPR Barito Utara, M. Iman Topik, yang menekankan dedikasi dan kerja keras dalam setiap proyek infrastruktur. Beliau menyatakan, mushola ini tidak hanya menjadi bagian dari layanan publik, tetapi juga pembuktian upaya untuk menjaga nilai-nilai agama dan budaya.
Tempat ini bukan hanya menarik bagi wisatawan namun juga menjadi lingkungan yang nyaman bagi warga lokal untuk melakukan kegiatan keagamaan. Bagi pengunjung Muara Teweh, mushola terapung menawarkan pemandangan serta pengalaman spiritual yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Dengan semangat melayani, Dinas PUPR Barito Utara terus berusaha memberikan yang terbaik. (fz)
Komentar0