Muara Teweh, Nuansanusantara.com – Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Pemkab Barut) terus memperkuat nilai-nilai religius di lingkungan aparatur sipil negara (ASN) dengan menerbitkan surat edaran tentang pelaksanaan shalat fardhu berjamaah di jam kerja.
Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, menegaskan bahwa semangat ibadah tidak boleh surut meskipun bulan Ramadan telah berakhir. Ia mengajak seluruh ASN untuk menjadikan ibadah sebagai bagian dari rutinitas harian, termasuk di lingkungan perkantoran.
“Ramadan memang sudah berlalu, tapi semangat ibadahnya jangan ikut berlalu. Kita ingin kerja keras yang dilakukan tidak hanya menghasilkan kinerja yang baik, tetapi juga membawa keberkahan karena tidak melupakan kewajiban sebagai hamba Allah SWT,” ujarnya di Muara Teweh, Minggu (29/3/2026).
Menurutnya, kebijakan tersebut sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam mewujudkan sumber daya manusia yang religius dan berakhlak. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara pekerjaan dan ibadah sebagai kunci membangun integritas serta etos kerja yang positif.
Bupati juga mengajak ASN menjadikan panggilan adzan sebagai momentum untuk sejenak menghentikan aktivitas kerja dan melakukan “recharge” spiritual melalui shalat berjamaah.
“Kita ingin suasana kerja yang tidak hanya produktif, tetapi juga menghadirkan ketenangan batin. Dengan menjaga ibadah, insya Allah pekerjaan kita akan lebih berkualitas dan bernilai ibadah,” tambahnya.
Melalui kebijakan ini, Pemkab Barito Utara berharap seluruh ASN dapat menjalankan tugas dengan lebih tenang, disiplin, dan penuh tanggung jawab, serta tetap konsisten dalam beribadah di tengah kesibukan pekerjaan.
Kalau mau, saya bisa buatkan juga versi headline lebih tajam, lead gaya nasional, atau angle kritis/kebijakan biar cocok untuk media yang berbeda. (fz)
Komentar0