Muara Teweh, Nuansanusantara.com – Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, melaporkan perbaikan sejumlah indikator kinerja makro pada 2025, meski pertumbuhan ekonomi mengalami perlambatan.

Laporan tersebut disampaikan Bupati Barito Utara H. Shalahuddin melalui Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan dalam pidato pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun Anggaran 2025 pada rapat paripurna DPRD Kabupaten Barito Utara, Senin (30/3/2026).

Dalam paparannya, pemerintah daerah mencatat peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 72,71 pada 2024 menjadi 73,58 pada 2025. Angka kemiskinan juga turun dari 5,67 persen menjadi 5,52 persen, diikuti penurunan tingkat pengangguran dari 4,71 persen menjadi 4,54 persen.

Namun, laju pertumbuhan ekonomi melambat cukup signifikan dari 5,03 persen pada 2024 menjadi 3,12 persen pada 2025. Di sisi lain, pendapatan per kapita meningkat menjadi Rp52,73 juta, tetapi ketimpangan pendapatan yang tercermin dari gini ratio naik menjadi 0,328.

“Pemerintah daerah terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat secara terukur melalui kebijakan anggaran yang tepat,” ujar Felix saat membacakan sambutan Bupati.

Dari sisi fiskal, realisasi pendapatan daerah melampaui target. Dari target Rp3,31 triliun, terealisasi Rp3,44 triliun. Pendapatan Asli Daerah (PAD) bahkan tercatat melampaui target hingga lebih dari 400 persen.

Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai Rp308,85 miliar atau 70,84 persen dari target Rp435,94 miliar. Belanja tersebut mencakup belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, dan belanja transfer.

Pemerintah daerah menyatakan pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan telah mengacu pada kebijakan umum APBD serta Rencana Pembangunan Daerah 2024–2026.
Melalui penyampaian LKPj ini, pemerintah berharap DPRD dapat memberikan rekomendasi strategis guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan ke depan. (fz)