Muara Teweh, Nuansanusantara.com – Curah hujan tinggi yang melanda Kabupaten Barito Utara dalam beberapa hari terakhir menyebabkan meluapnya Sungai Barito dan merendam sembilan kecamatan, termasuk Teweh Tengah, Teweh Baru, Lahei, dan Gunung Timang. Bencana ini mendorong pemerintah menetapkan status tanggap darurat sesuai Keputusan Bupati Nomor 188.45/77/2025.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Barito Utara bergerak cepat bersama BPBD untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan. Sekretaris Dinkes, Ruyanto, mengungkapkan bahwa 38 fasilitas kesehatan terdampak banjir, termasuk Puskesmas Benoa, 37 pustu, dan satu pos kesehatan di Desa Jambu.
Langkah-langkah tanggap darurat yang dilakukan antara lain:
Pemetaan wilayah terdampak
Surveilans aktif dari puskesmas
Pembentukan posko kesehatan di 9 kecamatan dan 20 desa
Pelayanan kesehatan keliling oleh tim medis
Dropping obat-obatan dari gudang farmasi
Penerbitan surat kewaspadaan dini dan himbauan kepada masyarakat
Selain itu, Pj Bupati Barito Utara bersama tim kesehatan juga meninjau langsung lokasi banjir dan menyalurkan bantuan logistik serta obat-obatan. Pelayanan keliling dari puskesmas-puskesmas seperti Sikui, Trahean, dan Butong dilakukan untuk menjangkau warga yang terdampak parah.
“Meskipun banjir mulai surut, layanan kesehatan dasar terus kami pastikan berjalan,” ujar Ruyanto. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan, menghindari area banjir, serta membatasi aktivitas di luar rumah demi mencegah risiko penyakit.
Pemkab Barito Utara menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan memberikan pelayanan kesehatan optimal bagi warganya di tengah kondisi darurat. (fz)
Komentar0