Tim gabungan yang terdiri dari berbagai institusi seperti BASARNAS Provinsi Kalimantan Tengah, BPBD Kabupaten Barito Utara, TNI, Polres dan Satpolair Barito Utara, serta relawan dan masyarakat setempat, terus berusaha dengan metode penyisiran di sepanjang aliran sungai. Pencarian difokuskan pada radius antara dua hingga lima kilometer dari lokasi terakhir dimana korban terlihat. Hingga sore hari di hari kedua ini, keberadaan korban masih belum ditemukan, kendatipun semua usaha maksimal telah dilakukan.
Kepala Logistik dan Kedaruratan BPBD Barito Utara, Rizali Hadi, menyebutkan bahwa pencarian akan dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali keesokan hari. Sementara itu, warga sekitar sungai diminta untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika ada tanda-tanda keberadaan Syafii. Ini menunjukkan pentingnya kerjasama dan kewaspadaan masyarakat dalam situasi darurat seperti ini. (fz)
Komentar0