GpW8TSd0BUC5GfAlGfY8BUO9GA==

Terjangan Banjir Desa Joloi I Berangsur Surut, Namun Bagi Warga Yang Bermukim Pada Dataran Rendah Bagian Hilir DAS Barito Harus Waspada

Puruk Cahu, Nuansanusantara.com -Intensitas hujan cukup tinggi di hulu Sungai Barito mengakubatkan banjir besar di sejumlah desa yang berada di Kecamatan Seribu Riam, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, sejumlah  desa terdampak, Desa Muara Joloi tercatat sebagai kawasan yang parah mengalami konsekuensi dampak  yng tertimpa banjir atas luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito, Senin16 April 2025.

Aedikitnya 70 an  rumah di Desa Muara Joloi telah terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 4,5 meter. Akibat situasi ini, delapan kepala keluarga (KK) harus menghentikan semua aktivitas harian mereka. Bagi warga yang tinggal di bantaran sungai Barito terutama lokasi rendah, kondisi terjangan banjir ini memicu warga untuk berpindah kedtarannyang lebih tinggi 


Menurut Nana warga Muara Joloi I,  air luapan DAS Barito berlangsung surut, namun  setiap musim hujan banjir memang sering melanda desa. Aakan  tetapi kali ini banjir datang dengan skala cukup besar. 

Menanggapi kondisi emergency ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Murung Raya yang dibantu oleh Pemerintah Kecamatan guna mendirikan posko daruratbdan posko barengi dengan dapur umum untuk masyarakat yang tertimpa musibah,  guna memenuhi kebutuhan para pengungsi juga akan dapat jatah makan minum selama banjir melanda.

Pihak BPBD akan memantau situasi sambil menyalurkan bantuan darurat,  kepada masyarakat dengan harapan air banjir cepat  surut sehingga warga dapat kembali melakukan aktivitas sehari-hari seperti sedia kala.

Kepala BPBD Murung Raya, Fitrianul Fahriman menegskn  bahwa banjir yang terjadi saat ini disebabkan oleh tingginya intensitas hujan cukup tinggi di bagian Sungai Barito hulu  

Terjangan banjir bukan menggenangi rumah warga, air banjir juga telah meluas ke fasilitas umum seperti puskesmas dan pasar dan kebun karet warga dan fasitas lainnya.

Kalaksa BPBD Murung Raya, Fitrianul Fahriman menyatakan bahwa biasanya banjir seperti ini berlangsung selama satu hingga dua hari, dan mereka berharap tidak ada korban jiwa serta situasi bisa kembali pulih dengan cepat. Sementara itu, pihak pemerintah daerah terus bersiaga sembari mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan potensi banjir susulan, mengingat curah hujan yang masih cukup tinggi di wilayah hulu Barito. (fz)

Komentar0

Type above and press Enter to search.