Aedikitnya 70 an rumah di Desa Muara Joloi telah terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 4,5 meter. Akibat situasi ini, delapan kepala keluarga (KK) harus menghentikan semua aktivitas harian mereka. Bagi warga yang tinggal di bantaran sungai Barito terutama lokasi rendah, kondisi terjangan banjir ini memicu warga untuk berpindah kedtarannyang lebih tinggi
Menurut Nana warga Muara Joloi I, air luapan DAS Barito berlangsung surut, namun setiap musim hujan banjir memang sering melanda desa. Aakan tetapi kali ini banjir datang dengan skala cukup besar.
Menanggapi kondisi emergency ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Murung Raya yang dibantu oleh Pemerintah Kecamatan guna mendirikan posko daruratbdan posko barengi dengan dapur umum untuk masyarakat yang tertimpa musibah, guna memenuhi kebutuhan para pengungsi juga akan dapat jatah makan minum selama banjir melanda.
Pihak BPBD akan memantau situasi sambil menyalurkan bantuan darurat, kepada masyarakat dengan harapan air banjir cepat surut sehingga warga dapat kembali melakukan aktivitas sehari-hari seperti sedia kala.
Kepala BPBD Murung Raya, Fitrianul Fahriman menegskn bahwa banjir yang terjadi saat ini disebabkan oleh tingginya intensitas hujan cukup tinggi di bagian Sungai Barito hulu
Terjangan banjir bukan menggenangi rumah warga, air banjir juga telah meluas ke fasilitas umum seperti puskesmas dan pasar dan kebun karet warga dan fasitas lainnya.
Kalaksa BPBD Murung Raya, Fitrianul Fahriman menyatakan bahwa biasanya banjir seperti ini berlangsung selama satu hingga dua hari, dan mereka berharap tidak ada korban jiwa serta situasi bisa kembali pulih dengan cepat. Sementara itu, pihak pemerintah daerah terus bersiaga sembari mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan potensi banjir susulan, mengingat curah hujan yang masih cukup tinggi di wilayah hulu Barito. (fz)
Komentar0