GpW8TSd0BUC5GfAlGfY8BUO9GA==

Kadis Nakertranskop UKM Menghadiri Pembukaan Program Rehabilitasi dan Pelatihan Warga Binaan Lapas II B Muara Teweh





Muara Teweh, Nuansanusantara.com – Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi, dan UKM (Disnakertranskop-UKM) Kabupaten Barito Utara, M. Mastur, menghadiri pembukaan Program Rehabilitasi dan Pelatihan Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas Kelas IIB Muara Teweh, Senin (1/9/2025). Kehadirannya didampingi Kabid Ketenagakerjaan serta Kepala Balai Latihan Kerja (BLK).

Acara turut dihadiri lintas sektor, di antaranya Direktur RSUD Muara Teweh, Direktur Politeknik Muara Teweh, Sekretaris Kecamatan Teweh Baru, serta sejumlah pejabat OPD terkait. Kepala Lapas IIB Muara Teweh, Halasson Sinaga, bersama Kepala Bapas Kelas II Muara Teweh, M. Ading Saidhy, mendampingi Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Kalteng, I Putu Murdiana, yang hadir sekaligus membuka kegiatan.

Dalam program ini, warga binaan mendapat pelatihan keterampilan di bidang teknik otomotif dan kerajinan rajutan. Menurut Kepala Bapas Muara Teweh, M. Ading Saidhy, kedua bidang dipilih karena relevan dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus membuka peluang usaha mandiri setelah bebas.

Kakanwil Ditjen PAS Kalteng, I Putu Murdiana, menegaskan pelatihan keterampilan merupakan strategi pembinaan kemandirian. “Dengan kerja sama ini, warga binaan diharapkan memiliki peluang nyata untuk bekerja atau merintis usaha setelah bebas. Harapan kami, angka residivis dapat ditekan dan mereka mampu hidup mandiri,” ujarnya.

Kegiatan juga dirangkai dengan penandatanganan PKS Lokasi Kerja Sosial antara Lapas Muara Teweh dan Pemerintah Kecamatan Teweh Baru, serta peluncuran program bimbingan kemandirian Griya Abhipraya hasil kerja sama Bapas Muara Teweh dengan Politeknik Muara Teweh.

Sementara itu, Kadis Nakertranskop-UKM Barito Utara, M. Mastur, menyatakan apresiasinya. “Program rehabilitasi dan pelatihan ini sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam mendorong kemandirian dan peningkatan kualitas SDM. Dengan keterampilan otomotif maupun rajutan, warga binaan tidak hanya siap kembali ke masyarakat, tetapi juga bisa menciptakan peluang usaha sendiri,” ungkapnya.

Sebagai tanda dimulainya program, Kadis Nakertranskop-UKM menyerahkan Kartu Tanda Peserta kepada perwakilan warga binaan. Momentum ini diharapkan menjadi langkah awal penting dalam membangun masa depan lebih baik bagi warga binaan, sekaligus memperkuat kolaborasi antarinstansi dalam mewujudkan pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada pemberdayaan. (fz)




Komentar0

Type above and press Enter to search.