GpW8TSd0BUC5GfAlGfY8BUO9GA==

Polres Barito Utara Gelar Simulasi Sispamkota Jelang Putusan MK PSU Pilkada 2025: Antisipasi Unjuk Rasa dan Aksi Anarkis


Muara Teweh – Dalam rangka mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang **putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kabupaten Barito Utara Tahun 2025, Polres Barito Utara menggelar Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota), Selasa (16/9/2025).


Kegiatan yang dipusatkan di Jalan A. Yani depan Kantor Bupati dan Gedung Balai Antang Muara Teweh ini menampilkan berbagai skenario kerawanan mulai dari situasi kondusif, unjuk rasa damai, eskalasi aksi anarkis, hingga penyanderaan pejabat dan ancaman bahan peledak.


Simulasi ini melibatkan personel gabungan dari Polres Barito Utara, TNI, Satpol PP, Tim Kesehatan, Pemadam Kebakaran, dan Satbrimob Polda Kalimantan Tengah.


Pada adegan 1: Tactical Floor Game (TFG)

Simulasi diawali dengan kegiatan Tactical Floor Game (TFG) yang dipimpin Kabag Ops bersama para Padal. TFG bertujuan menggambarkan secara taktis tahapan pengamanan dari situasi HIJAU (kondusif), meningkat ke KUNING (kerawanan sedang), hingga MERAH (kerawanan tinggi/anarkis).


Adegan 2: Situasi Hijau

Kondisi wilayah digambarkan aman dan tertib. Tim patroli dan pengaturan lalu lintas melakukan tugas seperti biasa. Seluruh aktivitas masyarakat berjalan lancar, sementara Kasatker dan Kapolsek memantau situasi di wilayah masing-masing.


Adegan 3: Aksi Protes Damai

Simulasi meningkat ketika massa mulai menyampaikan ketidakpuasan terhadap hasil putusan MK terkait PSU Pilkada. Informasi dari intelijen menyebutkan adanya rencana aksi damai di kantor KPU. Dalmas Awal dan Tim Negosiator diterjunkan untuk melakukan pengamanan. Negosiasi berjalan lancar, dan massa berhasil dibubarkan secara damai. Situasi kembali kondusif.


Adegan 4: Aksi Anarkis dan Situasi Merah

Situasi memanas. Massa yang tidak puas melakukan aksi lanjutan yang berujung anarkis—melakukan pengrusakan dan pembakaran. Situasi meningkat menjadi KUNING, kemudian MERAH. Dalmas Lanjut dan Tim Raimas diterjunkan, namun kondisi semakin tidak terkendali. Akhirnya, Pasukan PHH Satbrimob melakukan lintas ganti dan berhasil memukul mundur massa. Seorang provokator ditangkap, dan objek yang terbakar berhasil dipadamkan.


Adegan 5: Penyanderaan dan Ancaman Bom

Simulasi mencapai puncaknya dengan skenario penculikan Ketua KPU oleh orang tak dikenal (OTK). Tim CRT (Crisis Response Team) diterjunkan setelah laporan diterima dari patroli. Ketua KPU berhasil diselamatkan dari lokasi penyanderaan di sebuah rumah kosong di Jalan Padat Karya. Dalam operasi penyelamatan, ditemukan bungkusan mencurigakan yang kemudian dikonfirmasi sebagai bahan peledak rakitan oleh Tim Gegana. Disposal berhasil dilakukan tanpa korban.


Kapolres Barito Utara, AKBP Singgih Febiyanto, menegaskan bahwa simulasi ini merupakan bagian dari upaya serius jajaran kepolisian dan seluruh unsur pengamanan untuk menjaga stabilitas menjelang dan pasca putusan MK.


“Kegiatan ini bertujuan untuk menguji kesiapan personel dan menyempurnakan pola koordinasi antarlembaga, termasuk TNI, Satpol PP, Pemda, dan penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu. Kami ingin memastikan bahwa seluruh skenario, dari yang paling ringan hingga terburuk, telah kami antisipasi,” ujar Kapolres.


“Kami siap menggunakan dua pertiga kekuatan personel Polres Barito Utara untuk pengamanan Pilkada, dengan dukungan penuh dari Brimob, Polda, dan TNI bila situasi eskalatif,” tambahnya.


Simulasi ini menjadi bentuk nyata kesiapsiagaan aparat keamanan dalam menghadapi segala kemungkinan yang timbul pasca keputusan Mahkamah Konstitusi terkait PSU Pilkada, sekaligus menjaga keamanan dan kelancaran tahapan Pilkada Serentak 2024 di wilayah Kabupaten Barito Utara

Komentar0

Type above and press Enter to search.