GpW8TSd0BUC5GfAlGfY8BUO9GA==

Wakil Bupati Murung Raya Tinjau Desa di Laung Tuhup, Tampung dan Serap Aspirasi Warga Secara Langsung


Puruk Cahu, Nuansanusantara.com  – Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin, melakukan kunjungan kerja secara langsung ke sejumlah desa di Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya pada  Sabtu (20/6/2026). Kunjungan yang dilakukan tanpa seremoni maupun penyambutan khusus tersebut dimanfaatkan untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus menyerap dan menampung  aspirasi warga di wilayah pedalaman di pedesaan.

Rahmanto mengatakan, dirinya sengaja memanfaatkan akhir Minggu untuk turun langsung ke lapangan guna mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat secara luas.

“Tidak ada acara resmi maupun protokol khusus. Dengan demikian saya ingin melihat kondisi riil masyarakat pedesaan  mendengarkan langsung suara warga, dan memahami berbagai tantangan yang mereka hadapi sehari-hari,” tandasnya ketika  berdialog dengan warga.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya berlandaskan laporan dan data statistik. Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat dinilai penting untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh terkait kebutuhan masyarakat dan harapan warga di tingkat desa.

Dalam kunjungannya, Rahmanto meninjau aktivitas ekonomi masyarakat, fasilitas umum, kegiatan belajar mengajar di sekolah, hingga aktivitas para petani dan pelaku usaha kecil. Ia menilai masyarakat Murung Raya memiliki semangat dan daya juang yang tinggi meski masih menghadapi berbagai keterbatasan yang dimiliki.

“Saya melihat langsung bagaimana masyarakat tetap bekerja keras, para petani terus mengelola lahan, pelaku UMKM tetap berusaha berkembang, serta harapan besar orang tua terhadap pendidikan anak-anak mereka,” ujarnya.

Ia menegaskan, kekuatan utama Murung Raya tidak hanya terletak pada sumber daya alam, tetapi juga pada modal sosial masyarakat yang masih terjaga, seperti semangat gotong royong, solidaritas, dan nilai-nilai kebersamaan yang sejalan dengan filosofi Huma Betang.

Meski demikian, Rahmanto mengakui pembangunan daerah masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait keterbatasan fiskal. APBD Kabupaten Murung Raya Tahun 2026 diperkirakan sekitar Rp1,4 triliun, menurun dibandingkan proyeksi awal yang sempat dialokasikan mencapai Rp2,7 triliun.

“Penurunan kapasitas fiskal tentu berdampak pada kemampuan pemerintah daerah dalam melaksanakan berbagai program infrastruktur, pembangunan,” jelasnya.

Selain itu, luas wilayah Murung Raya yang mencapai sekitar 23.700 kilometer persegi juga menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan pembangunan dan penyediaan pelayanan publik bagi masyarakat di seluruh wilayah kabupaten.Murung Raya.

Melalui kunjungan kerja ini, Pemerintah Kabupaten Murung Raya berharap berbagai kebutuhan dan aspirasi masyarakat dapat teridentifikasi secara lebih akurat sehingga menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan daerah ke depan bagi masyarakat ditingkat pedesaan. (fz)

Komentar0

Type above and press Enter to search.