GpW8TSd0BUC5GfAlGfY8BUO9GA==

Koperasi Tetap Relevan di Era Digital, Wabup Rahmanto Muhidin Soroti Tantangan dan Peluang Ekonomi Kerakyatan


Puruk Cahu, Nuansanusantara.com  – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan perubahan pola ekonomi global, keberadaan koperasi masih menjadi perbincangan penting dalam upaya memperkuat ekonomi kerakyatan.

Menjawab pertanyaan mengenai relevansi koperasi di era digital saat ini, Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin, menegaskan bahwa koperasi tetap memiliki peran strategis sebagai instrumen pembangunan ekonomi masyarakat yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikan Rahmanto Muhidin dalam momentum peringatan Hari Koperasi Nasional yang diperingati setiap tanggal 12 Juli.

Menurutnya, koperasi bukan sekadar lembaga ekonomi yang lahir dari sejarah panjang perjuangan bangsa, melainkan juga merupakan konsep ekonomi yang masih sangat relevan untuk menjawab berbagai tantangan sosial dan ekonomi masa kini.

Rahmanto menjelaskan bahwa secara historis, koperasi hadir sebagai wadah perjuangan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan melalui prinsip kebersamaan, gotong royong, dan demokrasi ekonomi. Di Indonesia, koperasi bahkan mendapatkan tempat khusus dalam konstitusi sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi nasional.

“Para pendiri bangsa telah menempatkan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional. Hal ini bukan tanpa alasan, karena koperasi dibangun di atas semangat kebersamaan dan keadilan ekonomi. Nilai-nilai tersebut tetap relevan hingga sekarang, bahkan semakin dibutuhkan di tengah persaingan ekonomi yang semakin ketat,” ujar Rahmanto, Minggu (12/7/2013).

Sebagai akademisi yang juga aktif dalam pemerintahan daerah, Rahmanto memandang bahwa tantangan koperasi saat ini berbeda dibandingkan beberapa dekade lalu. Perubahan perilaku masyarakat, kemajuan teknologi informasi, serta hadirnya berbagai platform digital menuntut koperasi untuk melakukan transformasi agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi koperasi adalah rendahnya literasi digital di sebagian pengelola koperasi, keterbatasan inovasi usaha, serta masih minimnya pemanfaatan teknologi dalam pelayanan kepada anggota. Di sisi lain, generasi muda yang menjadi kekuatan ekonomi masa depan juga perlu diberikan pemahaman bahwa koperasi bukan lembaga ekonomi kuno, melainkan organisasi modern yang dapat berkembang seiring kemajuan teknologi.

“Koperasi harus mampu bertransformasi.
Digitalisasi bukan ancaman, melainkan peluang. Pengelolaan yang transparan, pelayanan berbasis teknologi, pemasaran digital, hingga pengembangan usaha berbasis platform dapat menjadi langkah penting agar koperasi tetap kompetitif,” katanya.

Rahmanto menilai bahwa digitalisasi justru membuka peluang baru bagi koperasi untuk memperluas jangkauan usaha, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat keterlibatan anggota dalam pengambilan keputusan. Dengan dukungan teknologi, koperasi dapat menghadirkan layanan yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel.

Dalam konteks Kabupaten Murung Raya, Rahmanto melihat koperasi memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi masyarakat, terutama di wilayah pedesaan. Dengan karakteristik daerah yang memiliki sumber daya alam melimpah serta potensi usaha mikro, kecil, dan menengah yang terus berkembang, koperasi dapat berperan sebagai penghubung antara pelaku usaha dengan akses permodalan, pemasaran, maupun penguatan kapasitas usaha.

Ia menyebutkan bahwa sektor pertanian, perkebunan, perikanan, perdagangan, hingga usaha kreatif masyarakat memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui model kelembagaan koperasi yang sehat dan profesional. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong penguatan kelembagaan koperasi agar mampu menjadi mitra strategis dalam pembangunan ekonomi daerah.

“Koperasi yang dikelola dengan baik dapat menjadi wadah pemberdayaan masyarakat. Selain meningkatkan kesejahteraan anggota, koperasi juga mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, dan mengurangi kesenjangan ekonomi di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Rahmanto juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia pengelola koperasi. Menurutnya, keberhasilan koperasi tidak hanya ditentukan oleh modal usaha, tetapi juga oleh kemampuan manajemen, kepemimpinan, inovasi, serta komitmen dalam menjalankan prinsip-prinsip koperasi secara konsisten.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak ragu terlibat dalam gerakan koperasi. Keterlibatan anak muda dinilai penting untuk menghadirkan ide-ide baru, inovasi digital, dan model bisnis yang sesuai dengan perkembangan zaman.

“Generasi muda harus menjadi bagian dari transformasi koperasi. Dengan kreativitas, kemampuan teknologi, dan semangat kewirausahaan yang dimiliki, saya yakin koperasi dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang modern dan berdaya saing,” tuturnya.

Pada peringatan Hari Koperasi Nasional tahun ini, Rahmanto berharap semangat berkoperasi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat sebagai bentuk nyata penguatan ekonomi kerakyatan. 

Ia menegaskan bahwa masa depan koperasi tidak ditentukan oleh usia lembaganya, melainkan oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan untuk beradaptasi, berinovasi, dan menjaga nilai-nilai kebersamaan yang menjadi fondasinya.

“Selama masih ada semangat gotong royong, kebersamaan, dan keinginan untuk maju bersama, koperasi akan tetap menjadi harapan ekonomi rakyat.

Tantangan zaman boleh berubah, tetapi nilai-nilai dasar koperasi akan selalu relevan untuk membangun kesejahteraan masyarakat,” pungkas Rahmanto Muhidin.
Peringatan Hari Koperasi Nasional menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama untuk menjadikan koperasi sebagai pilar ekonomi yang tangguh, modern, dan mampu menjawab tantangan pembangunan di era digital.

Komentar0

Type above and press Enter to search.