Puruk Cahu, Nuansanusantara.com – Pembangunan daerah tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik seperti jalan, jembatan, gedung pemerintahan, maupun berbagai sarana dan prasarana lainnya. Di balik kemajuan infrastruktur tersebut, terdapat aspek yang tidak kalah penting, yaitu pembangunan spiritual dan pembentukan karakter masyarakat sebagai fondasi utama terciptanya kehidupan yang harmonis, damai, dan sejahtera.
Puruk Cahu, Nisantara.com - Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Murung Raya sekaligus Ketua DPW PKB Kalimantan Tengah, Rahmanto Muhidin, menanggapi peresmian Biara Elioteria Murung Raya yang berlokasi di kawasan Christian Center Puruk Cahu. Menurutnya, kehadiran biara tersebut menjadi simbol penting bahwa pembangunan daerah harus berjalan secara seimbang antara pembangunan fisik dan pembangunan sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai moral serta spiritual.
“Pembangunan yang sesungguhnya bukan hanya membangun jalan, jembatan, atau gedung. Yang lebih penting adalah membangun manusia yang memiliki karakter, moral, dan keimanan yang kuat. Karena dari situlah lahir masyarakat yang mampu menjaga persatuan, kedamaian, dan kemajuan daerah,” ujar Rahmanto.
Ia menjelaskan bahwa rumah ibadah dan lembaga keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk kualitas sumber daya manusia. Melalui pembinaan spiritual yang berkelanjutan, masyarakat tidak hanya memperoleh penguatan iman, tetapi juga nilai-nilai kehidupan yang mendorong tumbuhnya sikap toleran, saling menghargai, serta kepedulian terhadap sesama.
Menurut Rahmanto, keberadaan Biara Elioteria di Murung Raya diharapkan dapat menjadi pusat pembinaan spiritual yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Selain menjadi tempat penguatan iman bagi umat, biara juga dapat menjadi ruang pembelajaran, refleksi, dan pengembangan nilai-nilai kemanusiaan yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Keberadaan biara ini bukan hanya penting bagi umat yang beribadah di dalamnya, tetapi juga menjadi bagian dari kekuatan sosial masyarakat. Nilai-nilai kasih, persaudaraan, pelayanan, dan kepedulian yang diajarkan akan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” katanya, Sabtu (4/6/2026).
Rahmanto menilai bahwa pembangunan spiritual memiliki hubungan yang erat dengan keberhasilan pembangunan daerah secara keseluruhan. Daerah yang maju tidak hanya ditandai oleh pertumbuhan ekonomi atau kemegahan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas masyarakatnya yang memiliki integritas, etika, dan kepedulian sosial yang tinggi.
Ia menambahkan bahwa tantangan pembangunan di era modern tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi dan teknologi, tetapi juga menyangkut persoalan sosial yang membutuhkan penguatan nilai-nilai moral. Karena itu, kehadiran lembaga keagamaan menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan masyarakat.
Lebih lanjut, Rahmanto mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan dan peresmian Biara Elioteria. Ia berharap keberadaan fasilitas tersebut dapat menjadi sarana yang memperkuat kerukunan antarumat beragama sekaligus mempererat semangat persaudaraan di tengah keberagaman yang menjadi kekayaan Murung Raya.
“Masyarakat Murung Raya hidup dalam keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang yang berbeda. Kerukunan yang selama ini terjaga dengan baik harus terus dirawat bersama. Kehadiran Biara Elioteria menjadi salah satu wujud nyata bagaimana nilai-nilai toleransi dan kebersamaan dapat tumbuh dan berkembang di daerah ini,” tuturnya.
Menurutnya, pembangunan spiritual yang kuat akan melahirkan masyarakat yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan moral. Kondisi tersebut menjadi modal penting dalam mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah.
Rahmanto juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Murung Raya akan terus memberikan dukungan terhadap upaya-upaya yang memperkuat kehidupan beragama, menjaga toleransi, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendekatan spiritual dan sosial kemasyarakatan.
“Ketika pembangunan fisik berjalan beriringan dengan pembangunan spiritual, maka kita tidak hanya menciptakan kemajuan yang terlihat secara kasat mata, tetapi juga membangun peradaban yang kuat, masyarakat yang berkarakter, serta masa depan daerah yang lebih harmonis dan sejahtera,” pungkasnya. (fz)
Komentar0