Muara Teweh, Nuansanusantara.com – Pemerintah Kabupaten Barito Utara memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 yang dirangkai dengan Deklarasi Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (GERNAS RANA) di Arena Terbuka Tiara Batara Muara Teweh, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan yang mengusung tema nasional “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” tersebut dihadiri Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Y. Tingan, Sekretaris Daerah Muhlis, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, ASN, pengurus GOW dan DWP, para guru, pelajar, serta ratusan anak dari berbagai sekolah di Muara Teweh.
Pada kesempatan itu, Bunda PAUD Barito Utara, Hj Maya Savitri Shalahuddin, membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Arifatul Choiri Fauzi.
Dalam amanatnya, Menteri PPPA menyampaikan ucapan selamat Hari Anak Nasional kepada seluruh anak Indonesia sekaligus mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan momentum HAN sebagai penguatan komitmen bersama dalam memenuhi hak-hak anak, memberikan perlindungan, serta memastikan setiap anak tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
Disebutkan bahwa Hari Anak Nasional merupakan amanat Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1984 yang bertujuan mengampanyekan pemenuhan hak anak untuk hidup, tumbuh, berkembang, berpartisipasi, serta memperoleh perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.
Menteri PPPA menegaskan tema HAN tahun ini mengandung pesan bahwa anak bukan hanya objek pembangunan, melainkan juga subjek pembangunan yang memiliki hak untuk didengar pendapatnya dan berpartisipasi sesuai usia serta tingkat kematangannya.
“Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan penegasan bahwa setiap anak adalah pribadi yang berharga, dihormati, dan didengar pendapatnya. Anak bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek pembangunan yang memiliki hak untuk berpartisipasi sesuai dengan usia dan tingkat kematangannya,” ujar Maya Savitri saat membacakan amanat Menteri PPPA.
Lebih lanjut, perlindungan anak ditegaskan sebagai tanggung jawab bersama yang harus melibatkan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, media, keluarga, hingga anak-anak itu sendiri. Seluruh pihak diajak bergotong royong menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak, bebas dari kekerasan, eksploitasi, perundungan, diskriminasi, serta berbagai ancaman di ruang digital.
Pemerintah juga mendorong dukungan terhadap Gerakan BERLIAN (Bersama Lindungi Anak) agar semangat perlindungan anak terus menjangkau seluruh wilayah, mulai dari perkotaan hingga pelosok desa.
“Ketika seluruh bangsa bersatu melindungi anak, sesungguhnya kita sedang membangun fondasi Indonesia Emas 2045. Anak-anak yang terlindungi hari ini akan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju, adil, dan sejahtera,” demikian amanat Menteri PPPA.
Pada akhir amanatnya, Menteri PPPA juga berpesan kepada anak-anak Indonesia agar tidak takut melaporkan apabila mengalami maupun menyaksikan tindak kekerasan. Anak-anak diminta menyampaikan kepada orang dewasa yang dipercaya atau memanfaatkan layanan SAPA 129 sebagai saluran pengaduan dan perlindungan yang disediakan negara.
Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 dan Deklarasi GERNAS RANA di Barito Utara menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat perlindungan anak serta menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak menuju generasi Indonesia Emas 2045. (fz)
Komentar0