Puruk Cahu, Nuansanusantara.com – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum untuk mengapresiasi sekaligus merefleksikan perjalanan panjang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam mengawal bangsa di tengah dinamika zaman yang terus berkembang.
Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin, menegaskan bahwa Polri memiliki peran strategis tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai pilar stabilitas nasional yang mendukung keberlangsungan pembangunan dan kehidupan demokrasi.
“Momentum 80 tahun ini sangat tepat untuk memberikan apresiasi sekaligus melakukan refleksi. Kita patut menghargai pengabdian panjang Polri kepada bangsa, sekaligus memastikan bahwa institusi ini terus bertransformasi untuk menjawab harapan masyarakat yang semakin kritis, terbuka, dan dinamis,” kata Rahmanto, Rabu (1/7/2024).
Menurut Rahmanto, tema Hari Bhayangkara ke-80, “Polri Presisi, Mengabdi untuk Masyarakat dan Negeri”, mencerminkan komitmen kepolisian untuk menghadirkan pelayanan yang profesional, responsif, dan berkeadilan. Tugas Polri, kata dia, tidak hanya terbatas pada penegakan hukum, tetapi juga mencakup perlindungan, pengayoman, pelayanan publik, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Murung Raya dan keluarga besar DPW PKB Kalimantan Tengah, Rahmanto menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh anggota Polri di Indonesia. Ia juga mengapresiasi dedikasi dan pengabdian aparat kepolisian dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Rahmanto menilai perjalanan sejarah bangsa tidak dapat dipisahkan dari kontribusi Polri. Sejak masa awal kemerdekaan, institusi kepolisian telah menjadi bagian penting dalam mempertahankan eksistensi negara sekaligus menjaga stabilitas sosial yang menjadi fondasi pembangunan.
“Keamanan adalah syarat utama bagi pembangunan. Tanpa rasa aman, investasi tidak akan tumbuh, pendidikan tidak dapat berkembang dengan baik, dan pelayanan publik juga akan terganggu,” ujarnya.
Dalam konteks daerah, ia menekankan bahwa stabilitas keamanan menjadi modal utama bagi Kabupaten Murung Raya untuk mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki, mulai dari sektor kehutanan, pertambangan, perkebunan, pertanian, hingga perikanan.
Karena itu, lanjut Rahmanto, Polri memiliki posisi penting sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menyoroti pentingnya membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang konsisten, profesional, dan berintegritas. Menurutnya, transformasi menuju Polri Presisi merupakan langkah yang relevan dalam menjawab tuntutan masyarakat di era keterbukaan informasi dan media digital.
“Presisi bukan hanya akronim dari Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan, tetapi juga paradigma baru dalam membangun organisasi modern yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” tuturnya.
Rahmanto menambahkan, masyarakat saat ini mengharapkan kehadiran aparat yang tidak hanya tegas dalam menegakkan hukum, tetapi juga mampu membangun komunikasi, mendengarkan aspirasi warga, serta mengedepankan pendekatan yang humanis dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial.
Bagi Kabupaten Murung Raya yang memiliki wilayah luas, kondisi geografis yang menantang, serta keberagaman masyarakat, kehadiran Polri dinilai sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Peran tersebut tercermin dalam pengamanan agenda demokrasi, pendampingan masyarakat, pengawalan pembangunan, penanganan konflik sosial, hingga menjaga kelancaran aktivitas ekonomi.
“Sinergi dengan Polri bukan sekadar hubungan kelembagaan, melainkan kemitraan strategis untuk menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas. Keamanan yang kondusif menjadi fondasi percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan investasi, pengembangan UMKM, dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (fz)
Komentar0