GpW8TSd0BUC5GfAlGfY8BUO9GA==

Rahmanto Muhidin Raih Penghargaan Tunas Inspirasi KPI 2026, Paparkan Strategi Pendidikan Murung Raya


YOGYAKARTA, Nuansanusantara.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Murung Raya dalam memperkuat sektor pendidikan mendapat pengakuan di tingkat nasional. Wakil Bupati Murung Raya Rahmanto Muhidin meraih Penghargaan Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 kategori Tunas Inspirasi yang diserahkan dalam rangkaian kegiatan KPI 2026 di Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rabu (1/7/2026).

Penghargaan tersebut diberikan kepada kepala daerah dan pemimpin yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam membangun jejaring, kolaborasi, dan inovasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.

Sebelum menerima penghargaan, Rahmanto tampil sebagai narasumber dalam forum nasional yang dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Choiri Fauzi, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, serta sejumlah kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.
 
Dalam paparannya, Rahmanto menjelaskan strategi Pemerintah Kabupaten Murung Raya dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan, terutama kondisi geografis yang luas dan keterbatasan fiskal daerah.

Menurutnya, Pemkab Murung Raya menerapkan perencanaan berbasis data atau data-driven budgeting dengan mengintegrasikan kondisi geografis, tingkat kemiskinan, serta hasil verifikasi lapangan ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah.

“Kami memastikan anggaran pendidikan dialokasikan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Sekolah-sekolah di wilayah terpencil menjadi prioritas agar manfaat pembangunan pendidikan dapat dirasakan secara langsung,” ujarnya.

Strategi tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah yang dituangkan dalam RPJMD Murung Raya 2025–2029 melalui implementasi sembilan Program Kartu Hebat.

Rahmanto mengungkapkan, pada 2026 Murung Raya menghadapi tantangan berat akibat penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) sektor sumber daya alam yang mencapai 79,08 persen, dari Rp1,51 triliun pada 2025 menjadi Rp316,14 miliar pada 2026.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat kemitraan dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Murung Raya melalui optimalisasi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Kolaborasi ini kami arahkan untuk mendukung program beasiswa, penyediaan fasilitas belajar, dan pemenuhan sarana pendidikan,” katanya.

Rahmanto juga menegaskan bahwa keberpihakan kepada masyarakat adat dan wilayah pedalaman diwujudkan melalui kebijakan affirmative budgeting yang menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas pembangunan.

Berbagai indikator pendidikan, seperti peningkatan angka partisipasi sekolah dan penurunan angka putus sekolah, terus dipantau dan dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitas program yang dijalankan.

Ia menambahkan, seluruh kebijakan pendidikan di Murung Raya diarahkan agar berbasis data, berorientasi pada hasil, berpihak kepada wilayah tertinggal, serta didukung kolaborasi berbagai pihak.

Penghargaan Tunas Inspirasi KPI 2026 menjadi bukti bahwa upaya pembangunan pendidikan melalui Program Kartu Hebat telah berjalan sesuai prinsip tata kelola anggaran yang akuntabel dan tepat sasaran.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memastikan seluruh anak di Murung Raya, termasuk yang berada di wilayah pedalaman, memperoleh akses pendidikan yang berkualitas sebagai fondasi menuju Murung Raya Emas,” pungkasnya. (fz)


Komentar0

Type above and press Enter to search.