Muara Teweh, Nuansanusantara.com – Wakil Bupati Barito Utara, Felix Soenadi Y. Tingan, yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Barito Utara, meninjau langsung kondisi seorang bayi yang terindikasi stunting dan tengah menjalani perawatan di RSUD Muara Teweh, Kamis (2/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Felix didampingi Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Barito Utara, Mira Apriyantina, jajaran Tim Penggerak PKK, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.
Kunjungan itu merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam memastikan penanganan stunting dilakukan secara cepat, tepat, dan menyeluruh. Selain memantau kondisi pasien, rombongan juga memberikan dukungan moril kepada keluarga yang mendampingi proses perawatan.
Berdasarkan keterangan tim medis RSUD Muara Teweh, kondisi bayi menunjukkan perkembangan positif setelah mendapatkan penanganan intensif. Saat ini pasien masih menjalani perawatan dan pemantauan oleh dokter serta tenaga kesehatan.
Felix menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga medis yang telah memberikan pelayanan terbaik kepada pasien. Ia berharap kondisi bayi terus membaik dan segera pulih sehingga dapat kembali berkumpul bersama keluarga.
“Terima kasih kepada tim dokter dan tenaga kesehatan yang telah bekerja keras memberikan penanganan maksimal. Semoga pasien segera pulih dan kembali sehat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Barito Utara. Berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari pencegahan, pendampingan keluarga berisiko stunting, pemenuhan gizi ibu dan anak, hingga penanganan medis bagi balita yang membutuhkan perawatan khusus.
Menurutnya, keberhasilan menekan angka stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi juga memerlukan kolaborasi seluruh perangkat daerah, organisasi masyarakat, dan peran aktif keluarga.
“Dengan sinergi semua pihak, kami berharap program percepatan penurunan stunting dapat berjalan optimal sehingga mampu menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai modal pembangunan daerah di masa depan,” pungkasnya. (fz)
Komentar0