Selama upacara, yang berlangsung dengan lancar diikuti oleh pengibaran bendera merah putih, pesan dari Menteri Agama RI, Prof Dr KH Fuddin Umar, MA, dibacakan oleh Drs Muhlis. Pesan tersebut menekankan bahwa Hari Amal Bakti adalah peringatan penting yang mencerminkan perjalanan panjang Kementerian Agama sejak dibentuk pada 3 Januari 1946 dengan Menteri Agama pertama, H.M. Rasjidi, di bawah Kabinet Sjahrir II. Hari Amal Bakti menggambarkan semangat pengabdian dan kerendahan hati para pendiri Kementerian Agama dalam menjalankan misinya.
Dalam sambutannya, Pj Bupati Drs Muhlis juga menyinggung hubungan Hari Amal Bakti dengan komitmen Kementerian Agama mendukung visi dan misi Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran. Fokusnya adalah penguatan ideologi Pancasila, toleransi antarumat beragama, dan keharmonisan hidup beragama di Indonesia. Kementerian Agama juga memainkan peran penting sebagai jembatan antara negara dan agama, menegaskan posisi Indonesia yang tidak menjadi negara agama maupun negara sekuler, melainkan sebuah negara yang sangat menghormati agama dan kehidupan keagamaan yang harmoni dan religius.
Pesan Menteri Agama juga menggarisbawahi pentingnya meningkatkan kualitas pendidikan agama dan keagamaan sebagai dasar masa depan bangsa. Kementerian Agama berkomitmen untuk mendukung program makanan bergizi gratis di lembaga pendidikannya sebagai tindakan prioritas pemerintahan. Pendidikan berkualitas diharapkan dapat melahirkan generasi unggul dan berbudi pekerti luhur.
Pada akhir sambutan, apresiasi diberikan terhadap berbagai pencapaian instansi di bawah Kementerian Agama yang berhasil dalam mewujudkan birokrasi bersih dan pelayanan publik inklusif. Seluruh jajaran Kementerian Agama diajak untuk menjaga integritas sekaligus menjadi teladan dalam memerangi korupsi.
Upacara ditutup dengan doa bersama, dengan harapan bahwa peringatan Hari Amal Bakti ke-79 ini dapat memacu semangat pengabdian demi kemajuan bangsa dan negara.(fz)
Komentar0