Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua prosedur telah dipersiapkan dengan matang, mulai dari kesiapan petugas KPPS hingga distribusi dokumen terkait pemungutan suara terpenuhi.
Ifa Rosita menegaskan pentingnya pemahaman mendasar dari petugas KPPS agar mereka dapat melayani pemilih dengan baik dan memastikan distribusi C pemberitahuan dilakukan secara efisien. Di TPS 1 Melayu, persiapan yang dilakukan mendapat penilaian positif karena petugas telah menjalani wawancara dan tes pengetahuan, serta simulasi studi kasus, sehingga mereka dianggap siap untuk menjalankan tugas.
Sebaliknya, di Malawaken, masalah utama adalah area blank spot yang menghambat akses komunikasi. Rencana untuk mengatasi hal ini adalah dengan menyediakan fasilitas Starlink, yang diharapkan dapat mengatasi kendala sinyal tersebut.
Pada sisi distribusi C pemberitahuan, ada laporan bahwa masih ada sejumlah pemilih, sekitar 42 di Malawaken dan 80 di lokasi lain, yang belum menerima pemberitahuan suara. Meski demikian, solusi telah ditawarkan agar pemilih tetap dapat memberikan suara mereka dengan membawa e-KTP ke TPS.
Partisipasi masyarakat dalam pemungutan suara ulang ini menjadi perhatian utama, dengan harapan tingkat partisipasi lebih tinggi dibandingkan pemilu sebelumnya. Jika sosialisasi dilakukan dengan baik mengenai jadwal pemungutan suara ulang, diharapkan hal ini akan menstimulasi peningkatan partisipasi dari masyarakat.
Kunjungan ini mengikutsertakan sejumlah pejabat KPU Provinsi Kalimantan Tengah, memperlihatkan komitmen tinggi dalam mempersiapkan pemilu yang bersih dan berintegritas. (fz)
Komentar0