Muara Teweh, Nuansanusantara.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara menggelar pertemuan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap penggunaan dan implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama (Fasyankes Primer), pada Senin (4/8/2025), bertempat di aula Dinas Kesehatan Barito Utara.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara, Pariadi AR, yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Kesehatan, Ruyanto. Dalam sambutannya, Ruyanto mengapresiasi kehadiran seluruh peserta yang terdiri dari perwakilan vendor Indokes, BPJS Kesehatan Cabang Muara Teweh, tim mutu Fasyankes, serta pengelola RME dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
> “Kerja sama dengan vendor Indokes sudah berjalan kurang lebih satu tahun. Kami mengapresiasi dedikasi dan komitmen seluruh pihak, walaupun masih ada tantangan teknis yang harus kita selesaikan bersama,” ujar Ruyanto.
Ia mengungkapkan bahwa sejumlah kendala masih ditemukan di lapangan, terutama terkait akses jaringan, ketersediaan perangkat komputer, serta tampilan dan fungsi aplikasi RME. Hal-hal ini menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan agar sistem RME bisa berjalan optimal dan menunjang kualitas pelayanan kesehatan.
> “Kami berharap pihak Indokes terus melakukan pengembangan dan pembaruan sistem, menyesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan,” tambahnya.
Pertemuan ini sekaligus menjadi forum evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan RME di seluruh Puskesmas dan fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama di Barito Utara. Ruyanto menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh peserta dalam diskusi teknis, agar solusi atas permasalahan dapat segera dirumuskan.
“Monev ini sangat penting untuk memastikan sistem RME dapat terus berkembang dan mendukung layanan kesehatan berkualitas. Kami harap peserta mengikuti kegiatan ini secara aktif dan memanfaatkannya sebagai forum konsultasi teknis,” tandasnya. (fz)
Komentar0