Muara Teweh, Nuansanusantara.com – Bupati Barito Utara H. Shalahuddin menegaskan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) bukanlah dokumen elitis dan tertutup, melainkan dokumen yang lahir dari rahim masyarakat Kabupaten Barito Utara sendiri.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan, mewakili Bupati H. Shalahuddin, saat membuka secara resmi Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD Kabupaten Barito Utara Tahun 2025–2029 di Gedung Balai Antang Muara Teweh, Kamis (30/10/2025).
Dalam sambutannya, Wabup Felix menekankan pentingnya kegiatan konsultasi publik sebagai jantung perencanaan partisipatif serta wujud nyata komitmen pemerintah daerah untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam proses penyusunan arah pembangunan lima tahun ke depan.
“RPJMD merupakan peta jalan pembangunan daerah yang menentukan arah kebijakan, prioritas program, serta kesejahteraan masyarakat Barito Utara. Karena itu, saya mengajak seluruh peserta konsultasi publik untuk aktif memberikan masukan dan gagasan demi terwujudnya dokumen perencanaan yang inklusif dan berpihak pada kepentingan rakyat,” ujarnya.
Felix juga mengimbau para peserta agar tidak ragu menyampaikan pandangan dan aspirasi mereka.
.
“Sampaikanlah realitas yang Anda alami, kebutuhan yang Anda rasakan, serta ide-ide cemerlang yang Anda miliki untuk kemajuan Barito Utara,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati melalui Wabup Felix mengingatkan bahwa sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, RPJMD harus ditetapkan paling lama enam bulan setelah kepala daerah terpilih dilantik. Oleh karena itu, seluruh jajaran pemerintah dan pemangku kepentingan diharapkan dapat bekerja sama agar proses penyusunan RPJMD berjalan efektif, partisipatif, dan berkualitas.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BPPRID) Kabupaten Barito Utara atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Suara masyarakat adalah data yang paling berharga, keluhan mereka adalah diagnosis yang paling akurat, dan harapan masyarakat adalah visi yang paling otentik,” pungkasnya.
Kegiatan konsultasi publik ini turut dihadiri oleh Ketua Komisi I DPRD Barito Utara Hj. Nety Herawati, perwakilan Forkopimda, Asisten Sekda, para kepala perangkat daerah, camat se-Barito Utara, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh budaya, serta insan media. (fz)
Komentar0