Muara Teweh, Nuansanusantar.com – SMP Negeri 1 Muara Teweh menggelar sosialisasi mengenai bahaya paham intoleransi, radikalisme, terorisme, serta dampak negatif penggunaan media sosial, game online, dan perundungan (bullying) di kalangan pelajar, Kamis (5/3/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Densus 88 Antiteror melalui Katim Pencegahan Satgaswil Kalimantan Tengah, Iptu Ganjar Satriyono.
Dalam pemaparannya, Ganjar menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi dan media sosial saat ini perlu disikapi secara bijak oleh para pelajar. Pasalnya, berbagai konten kekerasan dan paham radikal dapat menyebar melalui berbagai platform digital, termasuk media sosial maupun permainan daring.
Ia mencontohkan peristiwa percobaan bom bunuh diri di SMA Negeri 72 Jakarta pada November 2025 sebagai pengingat bahwa paham kekerasan dapat menyebar melalui berbagai media.
“Permainan game online sebenarnya tidak salah, namun terkadang dimanfaatkan sebagai media penyebaran paham kekerasan. Karena itu pelajar harus lebih bijak dalam menggunakan teknologi,” ujarnya.
Ganjar juga menekankan pentingnya peran guru dan sekolah dalam membimbing siswa agar mampu menyaring informasi yang diterima di dunia digital.
“Guru tidak hanya sekadar pengajar, tetapi juga dapat menjadi teman, orang tua, sahabat, sekaligus tempat bagi siswa mencari solusi atas berbagai persoalan yang mereka hadapi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Muara Teweh, Maslan, menyampaikan apresiasi kepada pihak Densus 88 yang telah memberikan edukasi kepada para siswa terkait bahaya intoleransi dan radikalisme.
Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter serta menanamkan nilai kebangsaan kepada peserta didik.
“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus kita rawat dan lindungi bersama. Sekolah memiliki tanggung jawab untuk membentuk karakter siswa agar tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan dan toleransi,” katanya.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Barito Utara. Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara, Syahmiluddin A Surapati, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia menilai sosialisasi seperti ini penting untuk memberikan pemahaman kepada pelajar agar lebih bijak menggunakan media sosial dan mampu menghindari berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan mereka.
“Kami sangat mendukung kegiatan edukasi seperti ini dan berharap dapat terus dilaksanakan di berbagai sekolah di Barito Utara,” ujarnya. (f)
Komentar0