Mura Teweh, Nuansanusantara.com – Bupati Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Shalahuddin, ST., MT., didampingi wakil Bupati, Sonadie Y Tingan, Sekda Barut, Muhlis dan juga hadir Hendro Nakalelo, menggelar pertemuan bersama 93 kepala desa se-Barito Utara di Gedung Parlemen Barito Utara, Kamis (29/4/2026). Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPRD Barito Utara Hj. Mery Rukaini beserta anggota, Plt Sekwan, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), dan sejumlah undangan.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah program pembangunan daerah, khususnya yang akan dilaksanakan melalui skema multiyear (tahun jamak) mulai tahun 2027 dan 2028 - 2029 sudah selesai dilaksanakan.
Bupati Shalahuddin menegaskan bahwa pembangunan di Kabupaten Barito Utara merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan perencanaan matang, komitmen kuat, serta dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur di Barito Utara saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
“Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Barito Utara mengambil langkah strategis melalui skema multiyear. Dengan sistem ini, pembangunan berskala besar dapat dilaksanakan secara optimal, berkesinambungan, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, perencanaan teknis pembangunan tersebut dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Bupati juga berharap pembangunan infrastruktur dapat merata hingga ke seluruh wilayah, termasuk akses jalan yang menghubungkan kecamatan dan desa.
“Kami ingin akses jalan antar kecamatan dan desa dapat tembus melalui jalur darat, sehingga dapat difungsikan dengan baik dan dirasakan langsung oleh masyarakat Barito Utara, Bumi Iya Mulik Bengkang Turan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Barito Utara, H. M. Imam Topik, S.IP., M.Si., menyampaikan bahwa pihaknya akan meningkatkan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan penghubung yang masih belum optimal.
Beberapa wilayah yang menjadi prioritas antara lain Kecamatan Teweh Tengah, Lahei, Montallat, dan Teweh Timur, termasuk akses dari Muara Teweh menuju ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya dan pembangunan jembatan Sikan - Tumpung Laung, Jembatan Lahei dan Jembatan Lemo
“Pembangunan infrastruktur ini sangat penting sebagai penunjang mobilitas angkutan masyarakat. Selain itu, juga akan dilakukan pembangunan dan peningkatan jalan di sejumlah titik, seperti Simpang Mampuak dan Simpang Benangin dalam kota melalui skema multiyear,” jelasnya. (fz)
Komentar0