Miara Teweh, Nuansanusantara.com – Pemerintah Kabupaten Barito Utara menargetkan rehabilitasi fisik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Teweh mulai berjalan pada awal Mei 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas layanan kesehatan daerah.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Barito Utara H. Shalahuddin saat memimpin rapat teknis bersama manajemen RSUD Muara Teweh dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), di Rumah Jabatan Bupati, Rabu (21/4/2026).
Dalam rapat itu, Shalahuddin menekankan percepatan rehabilitasi rumah sakit harus dilakukan dengan perencanaan matang, terutama pada titik-titik prioritas yang membutuhkan perbaikan, tanpa mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
Menurut dia, pembenahan fasilitas kesehatan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus berdampak pada peningkatan kenyamanan pasien dan mutu pelayanan rumah sakit.
“Perbaikan ini diharapkan menghadirkan standar pelayanan yang lebih baik, baik dari sisi fasilitas maupun kualitas layanan kepada masyarakat,” ujar Shalahuddin.
Selain rehabilitasi infrastruktur, pemerintah daerah juga menyoroti perlunya pembenahan manajemen internal rumah sakit, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan yang profesional.
Kepala Dinas PUPR Barito Utara M. Iman Topik menyatakan pihaknya segera menindaklanjuti hasil rapat melalui persiapan teknis lapangan, termasuk pemetaan lokasi pekerjaan dan penyusunan jadwal pelaksanaan.
Ia menyebut pekerjaan fisik ditargetkan mulai awal Mei 2026 dengan skema pelaksanaan yang tetap menjaga kenyamanan pasien selama proses rehabilitasi berlangsung.
Langkah rehabilitasi RSUD Muara Teweh dinilai menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat infrastruktur kesehatan sekaligus meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Barito Utara. (fz)
Komentar0