Muara Teweh, Nuansanusantara.com  — Ekspedisi lintas negara Kalimantan Tribute 2026 singgah di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, membawa pesan bahwa kegiatan off-road tidak hanya identik dengan petualangan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari misi kemanusiaan dan kesiapsiagaan bencana.

Kegiatan yang berlangsung di Bandara Lama Beringin, Muara Teweh, Senin (27/4), diikuti peserta dari sembilan negara, yakni Indonesia, Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Malaysia, Belanda, Jepang, Thailand, dan Brunei Darussalam.
Ketua Indonesia Off Road Federation Sam Budigusman mengatakan ekspedisi tersebut menjadi wadah memperkuat kapasitas relawan off-road dalam menjangkau daerah terpencil, terutama saat terjadi bencana.

Menurut dia, para peserta tidak hanya menempuh jalur ekstrem sebagai bagian dari napak tilas, tetapi juga berlatih menghadapi medan sulit untuk mendukung distribusi logistik kemanusiaan di wilayah terdampak bencana.

“Melalui kegiatan ini, kami berlatih agar bisa masuk ke wilayah yang sulit dijangkau ketika bantuan harus segera disalurkan,” kata Sam.

Ia mencontohkan keterlibatan komunitas off-road dalam sejumlah penanganan bencana di Sumatera, ketika relawan menjadi pihak awal yang mampu membuka akses bantuan ke daerah terisolasi.

Mengusung tema United for Humanity, ekspedisi ini juga membawa agenda sosial melalui penyaluran bantuan, mulai dari perlengkapan sekolah hingga dukungan bagi rumah ibadah di sejumlah titik lintasan.

Sam menilai perkembangan infrastruktur di Barito Utara juga menunjukkan kemajuan signifikan dibanding saat ekspedisi serupa berlangsung pada 1996. Kondisi jalan yang kini lebih baik dinilai mendukung konektivitas wilayah sekaligus memperkuat akses bagi penanganan darurat.

Selain menjadi ajang solidaritas antarpecinta off-road dari berbagai negara, Kalimantan Tribute 2026 juga dipandang sebagai ruang membangun diplomasi kemanusiaan berbasis komunitas.

Rombongan selanjutnya dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Pontianak dengan tetap menjalankan misi sosial di setiap persinggahan. Sam menegaskan, kegiatan off-road dapat menjadi medium pengabdian, bukan sekadar hobi atau olahraga otomotif.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Land Rover Club Indonesia Shammie Zacky dan Pembina Kalimantan Tribute Rusman Hadi. (fz)