Muara Teweh, Nuansanusantara.com – Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Barito Utara menghadapi sejumlah tantangan serius, mulai dari keterbatasan lahan hingga kendala operasional di lapangan.
Akibatnya, puluhan unit koperasi belum dapat direalisasikan secara optimal.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM (Disnakertrankop UKM) Barito Utara, M Mastur, mengungkapkan sedikitnya 55 KDMP hingga kini belum memiliki lokasi pembangunan gerai fisik.
“Permasalahan utama adalah sulitnya mendapatkan lahan yang memenuhi kriteria, seperti bebas banjir dan siap bangun,” kata Mastur, Sabtu (11/4/2026).
Ia menjelaskan, persoalan tersebut telah disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD setempat. Legislator, kata dia, telah menampung berbagai kendala untuk selanjutnya dipetakan dan dicarikan solusi bersama.
Selain masalah lahan, hambatan lain juga muncul dari belum tersedianya fasilitas kantor yang representatif, keterbatasan sumber daya manusia (SDM), serta belum adanya perencanaan usaha yang sesuai dengan potensi lokal masing-masing desa.
Dari sisi pembiayaan, keterbatasan modal dan dukungan anggaran dari Dana Desa yang masih berproses turut memperlambat pengembangan koperasi. Di sisi lain, dinamika internal seperti pengurus yang mengundurkan diri serta belum adanya anggaran operasional, terutama di tingkat kelurahan, ikut memengaruhi jalannya program.
Pemerintah daerah berharap sinergi dengan DPRD dan pemangku kepentingan lainnya dapat mempercepat penyelesaian berbagai kendala tersebut, sehingga KDMP dapat berfungsi maksimal dalam memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (fz)
Komentar0