Puruk Cahu, Nuansanusantara.com – Pemerintah Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) lokal melalui program pelatihan berbasis industri yang melibatkan kolaborasi pemerintah daerah dan sektor swasta.
Komitmen itu ditegaskan Bupati Murung Raya Heriyus saat membuka kegiatan Transformasi Potensi Bangun Kompetensi Percepatan Kemandirian dan Kesejahteraan Masyarakat Lokal di GPU Tira Tangka Balang, Puruk Cahu, Selasa (28/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut diluncurkan tiga program pelatihan utama, yakni Operator Preparation Program (OPP), Mechanic Preparation Program (MPP), dan Tyreman Preparation Program (TPP), sebagai bagian dari upaya menyiapkan tenaga kerja lokal yang kompeten dan siap bersaing di sektor industri.
Bupati Heriyus mengatakan, pelatihan tersebut menjadi langkah strategis dalam membuka akses kerja bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja daerah.
“Program ini merupakan langkah konkret untuk menciptakan peluang kerja sekaligus meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di dunia industri,” kata Heriyus.
Ia menilai penguatan kompetensi masyarakat melalui pelatihan vokasi menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan, khususnya di wilayah yang memiliki potensi sumber daya alam dan sektor industri berkembang.
Dalam kesempatan itu, Heriyus juga mengapresiasi keterlibatan dunia usaha, khususnya PT Saptaindra Sejati (SIS), yang dinilai konsisten mendukung pengembangan SDM lokal sejak program tersebut berjalan pada 2020.
Menurut dia, dampak program tidak hanya terlihat dari peningkatan keterampilan teknis peserta, tetapi juga pembentukan karakter kerja yang disiplin dan profesional.
“Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha sangat penting untuk mendorong lahirnya tenaga kerja lokal yang unggul dan mandiri,” tandasnya.
Program tersebut, lanjutnya, sejalan dengan visi pembangunan Murung Raya 2025–2029 yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas hidup masyarakat serta penguatan kemandirian ekonomi daerah.
Ia juga mendorong peserta memanfaatkan pelatihan secara maksimal sebagai bekal untuk meningkatkan kapasitas diri dan menangkap peluang kerja di sektor formal.
Sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta melalui program ini dinilai menjadi model pengembangan SDM berbasis kebutuhan industri yang dapat mendukung percepatan kesejahteraan masyarakat lokal. (fz)
Komentar0