Puruk Cahu, Nuansanusantara.com – Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Murung Raya mengimbau masyarakat yang bermukim di bantaran Sungai Barito, khususnya di wilayah Kecamatan Murung, agar meningkatkan kewaspadaan menyusul naiknya debit air sungai yang kini berstatus darurat.
Berdasarkan hasil pemantauan di Dermaga Putir Sikan Puruk Cahu, ketinggian muka air tercatat mencapai 7,0 meter dan berada pada zona kuning dengan kondisi darurat, karena air terus mengalami kenaikan.
Kepala Pelaksana BPBD Murung Raya, Fitrianul Fahriman mengatakan status darurat tersebut menjadi peringatan dini bagi masyarakat agar selalu lebih waspada terhadap banjir.
“Debit air Sungai Barito saat ini berada pada zona kuning atau status darurat. Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, agar terus meningkatkan kewaspadaan, serta selalu waspada, juga dipedesaan untuk membangun dapur umum sebagian wilyah sudah tergenang dan ketinggi ari saat ini dalam status siaga dgn ketinggian air 7,0. Dan akan membangun posko di desa jika air terus naik. Inbauam kepada para camat kades dan lur bagi wilayah yang terdampak banjir dan terus memantau ," ujar Fitrianul Fahriman, pada Rabu (20/5/2026).
Ia menjelaskan, apabila ketinggian air terus meningkat hingga mencapai zona merah, maka sejumlah wilayah berpotensi terdampak banjir, baik akses jalan maupun permukiman warga.
“Jika air mencapai garis merah, beberapa desa di Kecamatan Murung berpotensi mulai terendam banjir, termasuk akses jalan dan rumah warga,” jelasnya.
BPBD Murung Raya juga meminta pemerintah desa dan kelurahan untuk aktif memantau kondisi lingkungan masing-masing serta memastikan keselamatan masyarakat sebagai langkah antisipasi dini menghadapi potensi banjir.
Selain itu, warga diimbau mengamankan barang-barang berharga dan tetap memperhatikan keselamatan anggota keluarga guna meminimalkan risiko apabila debit air terus meningkat. (fz)
Komentar0