Muara Teweh, Nuansanusantara.com – Seorang warga Desa Lampiong I, Kecamatan Gunung Purei, Kabupaten Barito Utara, Radiansyah, menyatakan bahwa dalam beberapa hari ini ke depan akan menggelar aksi demonstrasi terhadap perusahaan sawit dan pihak yang diduga mengambil serta memanfaatkan kayu log guna memenuhi kebutuhan bansaw diwilyah Kaltim dari lahan yang diklaim sebagai miliknya, berada diwilyah sungai Bagait, anak sungai Benangin, Benagin anak Teweh, dan Teweh anak sungai Barito, namun yang menjadi masalah areal seluas 275 hektar yang telah ditanami kebun sawit.
Radiansyah mengungkapkan, lahan yang dipersoalkan memiliki luas sekitar 750 hektare dan berada di wilayah Kalimantan Tengah.
Ia mengaku memiliki salinan catatan pengeluaran kayu dari areal tersebut dan menyebut telah terjadi transaksi pembayaran oleh perusahaan kepada pihak lain.
Menurutnya, terdapat pembayaran sebesar Rp100 juta yang berkaitan dengan pengambilan kayu untuk kebutuhan bahan baku pengolahan kayu, meskipun namanya disebut dalam proses pembayaran kayu tersebut, dan ia mengaku tidak pernah menerima dana tersebut.
“Dana itu seharusnya menjadi hak saya, tetapi sampai sekarang saya tidak menerima pembayaran tersebut,” ujar Radiansyah, pada Sabtu (30/5/2026).
Ia menilai ada pihak lain yang menerima pembayaran tersebut dan meminta persoalan ini mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum.
Selain berencana menggelar aksi demonstrasi, Radiansyah juga meminta kepolisian di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur untuk melakukan penyelidikan guna mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan permasalahan tersebut.
Hingga berita ini ditulis, pihak yang disebut-sebut terkait dalam persoalan tersebut belum memberikan keterangan. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan WhatsApp belum memperoleh respons karena nomor yang dihubungi kadang aktif dan kadang tidak aktif, namun wartawan tidak memperoleh konfirmasi.
Kasus ini masih menunggu klarifikasi dari seluruh pihak terkait guna memperoleh gambaran yang utuh mengenai permasalahan yang terjadi. (fz)
Komentar0