Ad

Patih Herman AB Apresiasi Bimtek P4GN, Dorong Peran Aktif Masyarakat Cegah Narkoba

Redaksi
Tambahkan
...
0

Muara Teweh, Nuansanusantara.com – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Patih Herman AB, mengapresiasi pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyuluh Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Kelompok Masyarakat Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah di Aula C Setda Barito Utara, Kamis (15/10/2026).

Menurut Patih Herman AB, peningkatan kapasitas penyuluh P4GN merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, khususnya di Kabupaten Barito Utara.

Ia menilai, upaya memerangi narkoba tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah dan aparat penegak hukum. Diperlukan keterlibatan keluarga, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh elemen masyarakat.

“Pencegahan narkoba harus menjadi tanggung jawab bersama. Masyarakat perlu memiliki pengetahuan dan kepedulian untuk menjaga lingkungan masing-masing agar tidak menjadi tempat berkembangnya penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba,” ujarnya, Jumat (16/10/2026).

Ia menjelaskan, keberadaan penyuluh P4GN di tengah masyarakat diharapkan mampu memperluas edukasi mengenai bahaya narkoba, terutama kepada generasi muda dan anak-anak usia sekolah yang rentan terhadap berbagai pengaruh negatif.

Menurutnya, penyuluh tidak hanya berperan menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi penggerak kepedulian masyarakat dalam mengenali potensi ancaman narkoba sejak dini serta mendorong upaya pencegahan di lingkungan masing-masing.

Patih juga menyoroti pentingnya keterlibatan organisasi kemasyarakatan, PKK, Karang Taruna, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan unsur pelayanan kesehatan. Kedekatan mereka dengan masyarakat dinilai menjadi modal penting untuk membangun ketahanan keluarga dan lingkungan terhadap ancaman narkotika.

Ia berharap, peserta bimtek yang berlangsung selama dua hari, 15–16 Oktober 2026, dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan penyuluhan, sosialisasi, dan pendampingan secara berkelanjutan.

“Yang terpenting adalah bagaimana ilmu yang diperoleh melalui bimtek ini dapat diterapkan secara berkelanjutan. Penyuluh harus mampu menjadi penggerak di lingkungannya sehingga kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba semakin kuat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Patih mendorong penguatan sinergi antara pemerintah daerah, BNN, kepolisian, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan keluarga agar upaya pencegahan narkoba dapat berjalan secara terpadu.

Ia juga menekankan pentingnya memberikan informasi yang benar serta mengarahkan masyarakat yang membutuhkan bantuan kepada pihak berwenang atau layanan kesehatan dan rehabilitasi yang sesuai.

Patih Herman AB berharap, melalui penguatan kapasitas penyuluh dan partisipasi aktif masyarakat, upaya melindungi generasi muda serta mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba di Barito Utara dapat semakin optimal.

“Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat, terutama keluarga. Dengan edukasi, kepedulian, dan kerja sama semua pihak, kita dapat memperkuat perlindungan masyarakat dari ancaman narkoba,” pungkasnya. (fz)

Baca Juga

Tersalin!

Posting Komentar