GpW8TSd0BUC5GfAlGfY8BUO9GA==

Lomba Bertutur SD/MI Barito Utara 2026 Dorong Literasi dan Lestarikan Cerita Rakyat


Muara Teweh, Nuansanusantara.com  – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dissiptaka) Kabupaten Barito Utara menggelar Lomba Bertutur Tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tahun 2026 di Aula Dissiptaka Barito Utara, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan budaya literasi sekaligus melestarikan cerita rakyat sebagai bagian dari warisan budaya yang perlu diwariskan kepada generasi muda.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Barito Utara, Dewi Handayani, mengatakan bahwa lomba bertutur memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan membaca, mengasah kemampuan berkomunikasi, serta menanamkan nilai-nilai karakter kepada anak-anak sejak dini.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta untuk mengenal, memahami, dan menyampaikan kembali cerita rakyat yang sarat dengan pesan moral.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan minat baca anak-anak sekaligus memperkenalkan kembali kekayaan cerita rakyat yang sarat dengan nilai-nilai karakter. Anak-anak tidak hanya membaca, tetapi juga mampu memahami, menghayati, dan menyampaikan kembali isi cerita dengan percaya diri,” ujar Dewi Handayani.

Lomba Bertutur Tahun 2026 mengangkat tema “Melestarikan Cerita Rakyat untuk Membangun Generasi Berkarakter dan Cinta Budaya Daerah.” Tema tersebut dipilih sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal, sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter melalui kisah-kisah rakyat yang diwariskan secara turun-temurun.

Sebanyak 20 peserta yang merupakan perwakilan dari SD dan MI se-Kabupaten Barito Utara turut ambil bagian dalam perlombaan tersebut. Mereka menampilkan kemampuan bertutur dengan membawakan berbagai cerita rakyat yang mengandung pesan pendidikan, moral, dan budaya.

Dewi menjelaskan, pelaksanaan lomba mengacu pada sejumlah regulasi, di antaranya Peraturan Perpustakaan Nasional Nomor 4 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Perpustakaan, Peraturan Bupati Barito Utara Nomor 10 Tahun 2017, serta Keputusan Bupati Barito Utara Nomor 188.45/289/2026 tentang Pembentukan Panitia Pelaksana dan Dewan Juri Lomba Bertutur Tahun 2026.

Selain bertujuan meningkatkan budaya literasi, kegiatan ini juga diharapkan mampu mengembangkan keterampilan berbicara di depan umum, kemampuan berkomunikasi, serta membentuk karakter positif seperti percaya diri, tanggung jawab, kejujuran, dan penghargaan terhadap budaya bangsa.

Sebagai bentuk apresiasi dan pembinaan berkelanjutan, para pemenang lomba nantinya akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan promosi wisata Kabupaten Barito Utara.

“Para pemenang nantinya akan kami libatkan dalam berbagai kegiatan promosi wisata Kabupaten Barito Utara sebagai bentuk pembinaan dan apresiasi. Kami berharap mereka dapat menjadi duta literasi sekaligus duta budaya daerah,” kata Dewi.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 tidak dilaksanakan Lomba Bertutur tingkat provinsi maupun nasional karena adanya kebijakan efisiensi anggaran. Kendati demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi komitmen pemerintah daerah untuk terus melakukan pembinaan terhadap generasi muda agar gemar membaca dan mencintai budaya daerah.

Adapun dewan juri yang bertugas dalam perlombaan tersebut terdiri dari Ritma Yustin Mintias, S.Hut., M.Pd. dari Komunitas Rumah Kreatif Barito Utara, Uspo Pristiawantoro, S.E. dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Barito Utara, serta Weldia Akmarjaya, S.Pd. dari Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara.

Melalui penyelenggaraan Lomba Bertutur ini, Pemerintah Kabupaten Barito Utara berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas dan terampil berkomunikasi, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap budaya lokal serta mampu menjadi agen pelestarian cerita rakyat di tengah perkembangan era digital. (fz)

Komentar0

Type above and press Enter to search.