Puruk Cahu, Nuansanusantara.com – Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Mura) mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa dari Universitas Palangka Raya (UPR) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya tahun 2026.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin langsung Bupati Murung Raya Heriyus di Aula A Kantor Bupati Murung Raya, Selasa (3/6/2026).
Rapat dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Murung Raya Sarwo Mintarjo serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait guna memastikan kesiapan daerah dalam menerima ratusan mahasiswa yang akan menjalankan program pengabdian kepada masyarakat tersebut.
Dalam pemaparan rapat dijelaskan, UIN Palangka Raya akan mengirimkan sekitar 250 mahasiswa yang dibagi dalam 25 kelompok, masing-masing beranggotakan 10 orang. Sementara Universitas Palangka Raya merencanakan mengirim sekitar 150 mahasiswa yang terbagi dalam 10 kelompok dengan masing-masing kelompok berisi 15 mahasiswa. Namun, jumlah mahasiswa dari UPR masih menunggu finalisasi dari pihak kampus.
Jika seluruh rencana tersebut terealisasi, maka Kabupaten Murung Raya akan menerima sekitar 400 mahasiswa KKN yang akan menjalankan pengabdian selama 45 hari di berbagai desa yang telah ditetapkan sebagai lokasi sasaran.
Pemkab Murung Raya memprioritaskan penempatan mahasiswa pada desa-desa yang membutuhkan perhatian pembangunan, terutama wilayah yang masih menghadapi persoalan stunting, kemiskinan, dan berbagai tantangan sosial lainnya. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata melalui program pemberdayaan masyarakat, edukasi kesehatan, hingga pendampingan berbagai kegiatan pembangunan desa.
Bupati Heriyus menegaskan pentingnya sinergi dan koordinasi lintas perangkat daerah agar pelaksanaan KKN dapat berjalan lancar serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan program KKN tidak hanya bergantung pada kesiapan perguruan tinggi, tetapi juga dukungan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
“Pelaksanaan KKN harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa. Karena itu koordinasi seluruh pihak perlu dilakukan sejak awal,” ujarnya.
Dalam rapat juga disampaikan bahwa UIN Palangka Raya telah lebih dahulu melakukan survei dan pengecekan lapangan terhadap sejumlah lokasi yang akan menjadi tempat pelaksanaan KKN.
Sementara pihak UPR masih akan melakukan peninjauan lapangan sekaligus memfinalisasi jumlah peserta yang akan ditempatkan di Murung Raya.
Heriyus mengungkapkan, pihak perguruan tinggi turut memberikan sejumlah pertimbangan terkait lokasi penempatan mahasiswa. Kampus meminta agar peserta KKN tidak ditempatkan di desa-desa yang memiliki akses sangat sulit maupun jalur transportasi sungai yang dinilai berisiko tinggi.
Selain faktor keselamatan, biaya transportasi juga menjadi perhatian. Pihak kampus memperkirakan kebutuhan anggaran untuk mobilisasi mahasiswa menuju Kabupaten Murung Raya mencapai ratusan juta rupiah sehingga efisiensi dan keamanan perjalanan menjadi salah satu aspek yang dipertimbangkan dalam penentuan lokasi.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Murung Raya menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan KKN tersebut. Program ini dinilai selaras dengan upaya pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan desa, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendukung percepatan penanganan stunting yang menjadi salah satu program prioritas daerah.
Melalui keterlibatan ratusan mahasiswa dari dua perguruan tinggi terbesar di Kalimantan Tengah tersebut, Pemkab Murung Raya berharap berbagai inovasi, pengetahuan, dan program pemberdayaan dapat hadir langsung di tengah masyarakat sehingga memberikan manfaat berkelanjutan bagi pembangunan daerah. (fz)
Komentar0