Muara Teweh, Nuansanusantara.com – Upaya Pemerintah Kabupaten Barito Utara memperlebar ruas jalan dan menata kawasan perkotaan di Muara Teweh terus menunjukkan kemajuan. Sebagian besar proses pembebasan lahan yang melibatkan instansi vertikal telah rampung, sementara sisanya masih menunggu penyelesaian administrasi di tingkat pusat.
Hal itu disampaikan Bupati Barito Utara H. Shalahuddin usai menghadiri Rapat Paripurna III Masa Sidang III DPRD Barito Utara di Gedung DPRD, Senin (20/7).
Menurut Shalahuddin, sejumlah instansi yang lahannya terdampak program pelebaran jalan sudah menyelesaikan proses administrasi. Di antaranya Pengadilan Negeri dan Kantor Kementerian Agama yang pembebasan lahannya telah tuntas.
Sementara itu, lahan milik Bank Rakyat Indonesia (BRI) juga tidak lagi menghadapi kendala berarti dan tinggal menunggu proses pembayaran ganti rugi. Sedangkan Bank Kalteng bahkan telah memberikan persetujuan untuk pembongkaran bangunan setelah seluruh administrasi diselesaikan.
“Untuk instansi vertikal, sebagian besar sudah selesai. Pengadilan Negeri dan Kementerian Agama sudah selesai. Untuk BRI juga sudah tidak ada masalah, tinggal menunggu proses ganti rugi. Begitu juga Bank Kalteng, bahkan mereka sudah mempersilakan dilakukan pembongkaran setelah administrasi selesai,” kata Shalahuddin.
Didampingi Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan dan Sekretaris Daerah Muhlis, bupati menjelaskan bahwa satu proses yang masih berjalan saat ini adalah pembebasan lahan milik Kepolisian Republik Indonesia.
Menurut dia, surat permohonan telah diajukan dan kini tengah diproses di Markas Besar Polri.
“Suratnya sudah masuk dan saat ini masih berproses di Mabes Polri. Kita tinggal menunggu penyelesaiannya,” ujarnya.
Shalahuddin menegaskan, pelebaran jalan menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah dalam menata wajah Kota Muara Teweh agar lebih representatif sebagai ibu kota kabupaten. Selain meningkatkan estetika kota, proyek tersebut juga diharapkan mampu memperlancar arus lalu lintas yang semakin padat.
Ia menilai kondisi median jalan yang ada saat ini belum ideal karena masih menyulitkan kendaraan saat melakukan putar balik. Karena itu, pemerintah daerah berencana melakukan penataan ulang agar lebih aman dan efisien.
“Kita ingin kota ini semakin cantik sekaligus memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat. Median jalan yang ada sekarang belum memenuhi standar sehingga kendaraan harus beberapa kali manuver saat berputar. Nanti akan kita tata kembali agar lebih nyaman, aman, dan mengurangi kemacetan,” jelasnya.
Pemkab Barito Utara, lanjut dia, akan terus melanjutkan penataan infrastruktur pada sejumlah titik strategis seiring kebutuhan pembangunan daerah. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung mobilitas masyarakat.
Dengan semakin banyaknya proses pembebasan lahan yang terselesaikan, pemerintah daerah optimistis program pelebaran jalan dan penataan median jalan di Muara Teweh dapat segera direalisasikan.
“Tujuan akhirnya adalah menciptakan kawasan perkotaan yang lebih tertata, aman, nyaman, dan mampu mendukung aktivitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.
Versi ini mengikuti karakter berita Jawa Pos: lead langsung pada isu utama, paragraf pendek, kutipan ditempatkan strategis, dan penutup menegaskan dampak kebijakan. (fz)
Posting Komentar