Puruk Cahu, Nuansanusantara.com – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Murung Raya memberikan edukasi mengenai kesehatan remaja dan bahaya penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (Napza) kepada peserta didik baru SMP Muhammadiyah Puruk Cahu dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027.
Ketua DPD PPNI Kabupaten Murung Raya, Andry Irawan, menyambut baik langkah SMP Muhammadiyah Puruk Cahu yang melibatkan praktisi kesehatan dalam kegiatan pembekalan siswa baru. Menurutnya, kolaborasi antara dunia pendidikan dan tenaga kesehatan merupakan langkah strategis untuk membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak usia dini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada SMP Muhammadiyah Puruk Cahu atas kepercayaan yang diberikan kepada DPD PPNI Kabupaten Murung Raya untuk menjadi narasumber dalam kegiatan MPLS tahun ini,” ujar Andry di Puruk Cahu, Jumat (17/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, tim PPNI Murung Raya menyampaikan materi tentang kesehatan remaja, pola hidup sehat, serta pencegahan penyalahgunaan Napza. Materi disampaikan secara edukatif agar mudah dipahami oleh peserta didik yang baru memasuki jenjang pendidikan menengah pertama.
Andry menegaskan bahwa ancaman penyalahgunaan narkoba menjadi tantangan serius yang harus dihadapi bersama oleh seluruh elemen masyarakat. Karena itu, diperlukan sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan organisasi profesi untuk memberikan pemahaman yang benar kepada generasi muda.
Ia juga mengapresiasi pihak sekolah yang telah membuka ruang kolaborasi dalam upaya pembinaan kesehatan remaja. Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan bentuk pengabdian yang sangat berarti bagi profesi perawat dalam menjalankan peran edukatif di tengah masyarakat.
“Pembinaan kesehatan remaja merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, PPNI Murung Raya siap bersinergi dengan dunia pendidikan, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, berkarakter, dan bebas dari penyalahgunaan Napza,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah Puruk Cahu, Nurhilal Fitriadi, mengatakan edukasi yang diberikan oleh PPNI merupakan bagian dari langkah preventif untuk membekali siswa dengan pengetahuan yang memadai mengenai kesehatan dan risiko penyalahgunaan zat berbahaya.
Menurut Nurhilal, masa remaja merupakan periode yang rentan terhadap berbagai pengaruh negatif dari lingkungan. Oleh sebab itu, sekolah merasa perlu membangun fondasi pemahaman yang kuat sejak awal agar para siswa mampu mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menjelaskan bahwa MPLS tahun ini diikuti oleh 45 siswa-siswi baru dan memiliki pendekatan yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain mengenalkan lingkungan sekolah, kegiatan juga difokuskan pada penguatan mental, kesehatan fisik, dan karakter peserta didik melalui kerja sama lintas sektor.
“Kehadiran narasumber dari PPNI Kabupaten Murung Raya diharapkan dapat memberikan edukasi yang bermanfaat secara medis dan psikologis. Kami ingin memastikan peserta didik baru memiliki pemahaman yang komprehensif tentang pentingnya pola hidup sehat, menjaga kesehatan remaja, serta menyadari bahaya fatal dari penyalahgunaan Napza,” kata Nurhilal.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para siswa tidak hanya mengenal lingkungan sekolah yang baru, tetapi juga memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk menjaga kesehatan diri, menjauhi pergaulan negatif, serta tumbuh menjadi generasi yang sehat, berprestasi, dan berkarakter kuat. (fz)
Komentar0